Menyembuhkan Luka

Standar

Kita tidak bisa membandingan kesulitan seseorang dengan diri kita sendiri. Karena kemampuan mengolah perasaan seseorang berbeda, dan juga kita tidak ada di posisi dia.

Dan satu hal yang membuatku tertampar adalah. Kesulitanku pada khususnya tidak bisa dibandingkan dengan ujian yang diberikan Allah pada saudara kita di Palestina

Mi

Setiap kita pasti pernah mengalami yang namanya luka. Entah fisik atau bukan. Dengan berbagai alasannya. Dikecewakan oleh seseorang, disakiti, merasa kehidupan sangat sempit,  atau malah kecewa dengan diri sendiri. Luka itu datangnya dari arah yang tak disangka-sangka. Sama seperti rezeki kan.

Jika tangan kita tergores –dan itu termasuk luka- tubuh memiliki trombosit yang akan membantu untuk menutup luka kita dengan benang-benang fibrin. Dan sistem imun tubuh termasuk sek darah putih akan membantu memusnahkan bakteri yang terlanjur masuk menembus kulit. Untuk luka fisik, Allah telah memberi sistem penyembuhan tersendiri. Lalu bagaimana untuk luka yang lainnya ?

Lihat pos aslinya 535 kata lagi

Iklan

Yesterday Love – Part 2

Standar

Yesterday love, good bye my love

As for the weakness and loneliness of “myself”

I shall not escape from them. I shall spread them as wings instead.

Right here, right now, and fly away. [1]

Mencintai dalam keikhlasan, kalimat yang aku temukan dari buku berjudul “Cinta dalam Ikhlas” karya Kang Abay. Buku yang menyentuh lubuk hatiku, yang pada saat itu tengah terluka. Mengharapkan seseorang yang tidak memberikan kepastian apapun. Lalu, harus bagaimana?

sadame Read the rest of this entry

Makna Dalam Kata – Lidah Tak Bertulang

Standar

Suatu hari, aku pernah mendapat kritikan dari seseorang. Dan aku tidak menerima kritikan tersebut. Bukan karena membela diri atau berpemikiran tertutup, serta anti kritik. Sederhana karena kritik yang diberikan tidak berdasar, fitnah, dan disampaikan dengan cara yang kasar. Yang membuatku sadar, “Ah, hutan kehidupan memang seperti ini.” Read the rest of this entry